|
|
|
Walikota melakukan penebaran Udang Bebas Virus di Tambak kota Langsa |
|
|
|
|
Saturday, 25 June 2011 11:11 |
|
Langsa, 27-5-2011, Walikota Kota Langsa Zulkifli Zainon bersama Kepala Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee Coco Kokarkin melakukan penebaran udang bebas virus dalam kegiatan Sosialisasi Usaha Budidaya Ekonomis dan Penebaran Udang Windu Bebas Virus dengan Sistim B-1 pada Tambak Tanah Sulfat Masam didampingi oleh Dinas Perikanan Kota Langsa dan di hadiri oleh Muspida dan masyarakat didesa Kapa, Cinta Raja dan Alu Braweh.
|
|
Last Updated on Sunday, 26 June 2011 19:53 |
|
Read more...
|
|
Nila Merah untuk Tambak Terlantar |
|
|
|
|
Sunday, 06 March 2011 12:51 |
Tambak idle (baca ai-dél) adalah tambak yang tidak terurus atau bahkan tidak diurus. Penyebabnya bermacam-macam. Mungkin karena sudah tidak layak lagi untuk memelihara udang, penyakit white spot selalu mengintai, suplai air laut tidak cukup, tambak kurang dalam, banyak ditumbuhi lumut/tanaman air, atau mungkin petambak sudah kehabisan modal dan akal untuk mengusahakan tambaknya.
|
|
Last Updated on Sunday, 26 June 2011 19:19 |
|
Read more...
|
|
Global Aquaculture Conference 2010 |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 02 March 2011 13:52 |
|
Pertemuan sepuluh tahunan ini dihadiri oleh para ahli akuakultur seluruh dunia dan beberapa nara sumber pangan dunia untuk menentukan langkah antisipasi, arah penelitian dan kebijakan pemerintah sesuai dengan kondisi terakhir. Delegasi Indonesia dari KKP sebanyak 7 orang, universitas Hasanuddin dan Halueleo masing masing 1 orang. Delegasi Indonesia menjadi Chair person (Prof. Fatuchri) dan panelist (Coco Kokarkin)
|
|
Last Updated on Saturday, 25 June 2011 11:36 |
|
Read more...
|
|
Ribuan Ikan Tambak Mati Mendadak |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 24 May 2010 09:56 |
LHOKSEUMAWE - Ribuan ikan milik nelayan Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu (17/3) sekitar pukul 08.00 WIB ditemukan mati di tempat pemeliharaannya. Matinya ikan jenis kerapu dan kakap tersebut diduga karena air kolam ikan itu tercemar air dari waduk penampungan limbah rumah tangga di kawasan itu yang dilepas petugas pengerjaan proyek gorong-gorong tanpa berkoordinasi dengan nelayan. Akibat kejadian itu enam pemilik ikan yaitu Irwansyah (46), Khaidir (30), Maulidin (17), Saifullah (30), Abdul Wahab, dan Rafi (35) mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |