|
SUMBER, (PRLM).- Sedikitnya 77 buah rumah dan puluhan hektare tambak ikan dan udang yang masuk wilayah RT 01/ RW 01 Desa/Kecamatan Kapetakan, Kab. Cirebon, terendam banjir bandang akibat sebuah gorong-gorong Sungai Ciwaringin yang melintas di daerah tersebut jebol, pada Jumat (23/4) pagi. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut berawal setelah di daerah hulu, terutama di wilayah Kab. Majalengka turun hujan deras sejak Kamis (22/4) malam hingga Jumat (23/4) pagi yang mengakibatkan volume air Sungai Ciwaringin di daerah hilir melimpah dan arusnya cukup deras. Air bah kiriman tersebut bersumber dari jebolnya pintu penutup gorong-gorong di tanggul yang membentengi perkampungan penduduk dan tambak.
Sesuai pemantauan di lapangan, air banjir tersebut sudah surut, tidak masuk rumah warga lagi, kecuali masih menggenangi tambak, kuburan umum dan pekarangan penduduk setempat. Sampai dengan pukul 17.00 WIB warga masih tampak membersihkan lumpur di rumah masing-masing.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kapetakan, Wudi, menyebutkan, sebanyak 77 rumah terendam, 20 hektare areal tambak juga turut terendam banjir. Akibatnya, ikan lele, emas, mujair dan udang siap panen amblas terbawa arus banjir kiriman tersebut.
Sementara itu, Camat Kapetakan, Imam Sabrani, menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendata jumlah kerugian akibat banjir tersebut. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke Pemkab Cirebon. "Saya berharap akan ada bantuan dari pemerintah daerah, terutama bantuan berupa benih udang dan ikan yang hilang terkena air bah," kata Camat Imam. (A-146/das)***
|