| Walikota melakukan penebaran Udang Bebas Virus di Tambak kota Langsa |
|
|
|
| Saturday, 25 June 2011 11:11 |
|
Penebaran udang bebas virus dengan sistim B-1 merupakan teknik terbaru dalam mengatasi pemasalahan budidaya udang windu di Aceh khususnya pada tambak sulfat masam dan di kembangkan oleh BBAP Ujung Batee. Coco Kokarkin dalam kata sambutanya, menjelaskan dahulu beliau mengembangkan sistim Doublescreening guna mengatasi permasalahan di udang windu. Beliau berasumsi bahwa penyakit yang ada pada udang windu diturunkan dari induk sehingga perlu pemeriksaan terhadap induk udang windu, dan benur atau pl yang dihasilkan apakah bebas dari virus atau tidak. Menurut Coco Kokarkin pada saat ini ternyata banyak induk udang windu yang terdapat di Aceh terdeteksi oleh virus, sekitar 40% induk udang windu terdeteksi pembawa virus White Spot (WSV) sehingga perlu dilakukan perubahan teknik budidaya udang Windu dengan menggunakan konsep B-1 (baca B min One) Konsep B-1 adalah konsep budidaya udang windu yang mempersingkat masa pemeliharaan 1 bulan di tambak. Dengan menggunakan udang windu jenis tokolan bebas virus diharapkan udang windu yang di tebar di tambak sudah tahan dengan kondisi lingkungan tambak yang bersifat tanah sulfat masam ujar Coco Kokarkin. Selain itu konsep B-1 yang dikembangkan untuk mendukung kegiatan Pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) Program yang Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP). Program PUMP untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin di Indonsia sehingga kami BBAP Ujung Batee sebagai Unit Pelayanan Teknis (UPT) di KKP berkewajiban untuk berperan serta dalam menyukseskan program PUMP lanjut Coco Kokarkin. Walikota Langsa Zulkifli Zainon dalam sambutannya sangat berterima kasih kepada BBAP Ujung Batee dalam usahanya mengembangkan udang windu di provinsi Aceh. Dengan kehadiran benur bebas virus dan adanya sistim B-1 diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petambak di kota Langsa yang menerima dana PUMP. Beliau (Zulkifli, red) mengatakan diharapkan kepada masyarakat di tiga Desa yang menerima dana PUMP yaitu Desa Cinta Raja, Desa Kappa dan Desa Alue Braweh dapat mengikuti dengan cermat pelatihan yang akan diberikan oleh tim BBAP Ujung Batee tentang teknis B-1 pada budidaya udang windu.
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut antara lain Konsep B-1 yang dibawakan oleh Kepala BBAP Ujung Batee, Budidaya Udang Windu dengan sistim B-1 oleh Muhammad, Budidaya Bandeng Tradisional oleh Saripuddin dan Mengelola Tanah Sulfat Masam oleh Syafrizal, serta Penyakit pada Udang dan Ikan oleh Bakhtiar Sah Putra.
|
| Last Updated on Sunday, 26 June 2011 19:53 |