|
Viral Necrosis Nerveus (VNN) disebabkan oleh virus family Nodaviridae, virus ini akan merusak organ targetnya yaitu otak dan mata, seperti yang di dapatkan pada pemeriksaan histipatologi sehingga di kenal dengan nama lain yaitu virus encephalopathy dan retinopathy (VER). Viral Necrosis Nerveus (VNN) telah menyebar di Jepang, Korea, China, Negara-Negara Asia Tenggara, Australia Utara, Austria, Iran, Isreal, Yunani, Perancis, Norwegia, Kanada dan Amerika. Penyakit ini sangat ganas sehingga cepat menyebar diberbagai belahan bumi. Sehingga, patogen ini sangat ditakuti oleh semua negara yang memiliki industri perikanan. Patogen ini dapat mengakibatkan kematian massal ikan-ikan yang dibudidayakan dalam waktu yang relatif singkat. Sebagian besar ikan yang diserang oleh VNN adalah beberapa jenis di Asia yaitu antara lain ; Ikan Kerapu (grouper), Epinephelus spp di wilayah Asia Tenggara dan Jepang, Ikan Barramundi (Asian seabass), Lates calcarifer (Bloch) di Asia Tenggara dan India serta Australia. Ikan Sea Bass, Dicentrarchus labrax (L.) di Australia Utara, Ikan Striped jack, Pseudocaranx dentex di Jepang Ikan, Red Drum, Sciaenops ocellatus di Korea, Ikan Golden Grey Mullet, Liza auratus di Iran, dan banyak lainnya. Infeksi Viral Necrosis Nerveus (VNN) alami adalah akut, dan munculnya penyakit dapat sangat merusak. Ketika serangan terjadi virus berinteraksi dengan faktor tekanan seperti kepadatan penebaran yang tinggi dan temperatur air dalam budidaya. Kombinasi dari faktor ini bisa menyebabkan mortalitas tinggi selama periode pemeliharaan.
Gejala Klinis Gejala klinis umum VNN pada beberapa jenis ikan antara lain : perilaku ikan terserang berenang tak menentu, dan ikan mengapung dengan perut diatas disebabkan oleh pembengkakan gelembung renang (swim bladder), warna tubuh terlihat lebih gelap dan selera makan berkurang. Kematian (mortalitas) kumulatif mencapai 34% dan 56% selama 10 minggu. Ikan yang terkena infeksi VNN biasanya memperlihatkan gangguan saraf yang berhubungan dengan vacuolisasi (kerusakan) kuat sistem saraf pusat dan retina.
Tanda Klinis Ikan Yang Terserang VNN : 1. Hilangnya selera makan; 2. Kelesuan; 3. Perilaku renang abnormal (gerakan memutar dan menabrak kasar); 4. Pembesaran gelembung renang pada beberapa jenis ikan Pewarnaan gelap.
Transmisi VNN Transmisi Vertikal dan Horizontal Transmisi VNN secara vertical, dapat menyebar melalui larva dari VNN-pemijahan positif. Telur adalah suatu sumber virus yang penting. VNN dapat dideteksi ada pada gonad, usus, perut, ginjal dan hati sebagai tempat inang mengeram. VNN menyebar dalam indung telur sehingga telur dapat menyebabkan transmisi vertikal dari virus ini. Kebiasaan makan dan makanan dari ikan dapat juga menjadi sarana penyebaran virus VNN baik itu antar spesies (Inter-Species) maupun sesama spesies (Intra-Species) baik secara klinis atau secara subklinik sehingga menyerang ikan. Organisme sebagai makanan hidupnya yang terkontaminasi VNN seperti pada Artemia, Copepoda, dan Ikan rucah sebagai pakan hidup ikan kerapu. Perilaku sebagai ikan karnivora misalnya pada masa larva ikan grouper (kerapu) juga menjadi alternatif dari penyebaran virus VNN tersebut. Transmisi VNN secara horizontal pada populasi ikan liar pada area budidaya aquakultur dan ikan-ikan liar di laut pernah diketahui terkena infeksi VNN dengan genotype RGNNV. Transmisi secara horisontal juga dapat melalui ikan yang tidak punya gejala terkena infeksi VNN.
Tindakan Penanggulangan dan pencegahan Ikan yang telah terinfeksi virus sangatlah tidak mungkin untuk di obati. Tidak ada jenis antibiotik dan kemoterapi lain yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit viral. Namun perhatian lebih seharusnya difokuskan pada pencegahan agar ikan tidak terpapar dengan virus tersebut yaitu dengan cara : penyediaan benih bebas virus, pemilihan calon induk yang bebas VNN, mengurangi stress pemijahan pada ikan yang dipijahkan, sterilisasi perkakas, air dan lingkungan, sterilisasi telur, pengembangan vaksin, penjagaan kualitas lingkungan, pengendalian penyakit, tidak mencampur ikan yang sakit dengan ikan yang sehat. Berdasarkan dari fakta (hasil pemeriksaan) tersebut diatas kini telah diketahui bahwa virus yang menginfeksi ikan kerapu ini telah ditemukan di Aceh dan telah menyebabkan kerugian yang besar bagi pembudidaya ikan kerapu. Virus ini sekarang mengancam dan dapat menyerang dengan cepat budidaya kerapu dan kakap di Propinsi Aceh. Oleh karena itu, hendaknya pemerintah daerah terutama Dinas Kelautan dan Perikanan berserta jajarannya harus secepatnya mengambil langkah konkrit guna mencegah penyebaran yang lebih luas dari penyakit tersebut sehingga perikanan budidaya di Aceh dapat terhindar dari serangan virus tersebut dan pada akhirnya masyarakat Aceh akan menjadi makmur.
|