





![]() | Today | 8 |
![]() | Yesterday | 31 |
![]() | This week | 39 |
![]() | This month | 1668 |
![]() | All days | 35648 |
Alhamdulillah akhirnya nener yang di produksi oleh tim pembenihan bandeng di BBAP Ujung Batee telah sampai ke pembelinya Pak Ayi di Gampong Alu Puta Kecamatan Matang Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.
Setelah lama menunggu di tempat yang telah disepakati untuk bertemu akhirnya kami pun bertemu dengan Pak Ayi seorang pengusaha di bidang jual beli nener bandeng di Kabupaten Bireun. Setelah berbincang sebentar kami pun menuju ke lokasi pendederan milik Pak Ayi di Alu Puta
Karena tiba saat malam hari nener yang telah sampai di tempat pendederan Pak Ayi langsung di ganti airnya dan di packing ulang serta ditambahkan oksigen. Hal ini dilakukan agar nener yang sudah di packing tidak menjadi stress dan menyebabkan kematian karena nener harus bertahan hingga pagi hari untuk ditebar ke dalam tambak pendederan tutur Pak Ayi
Viral Necrosis Nerveus (VNN) disebabkan oleh virus family Nodaviridae, virus ini akan merusak organ targetnya y
| Sekilas tentang Udang Galah |
|
Udang galah berasal dari keluarga palaemonidae dan marga Macrobrachium. Di Indonesia terdapat 19 jenis udang air tawar yang termasuk marga Macrbrachium. Udang galah merupakan udang air tawar yang mempunyai ukuran terbesar diantara udang tawar lainnya. Udang ini mempunyai dua habitat yaitu larvanya hidup di air payau sedangkan masa dewasanya hidup di air tawar. Daur hidup udang galah relatif cepat yaitu sekitar 5-6 bulan untuk mencapai matang kelamin.
Pembenihan udang galah secara terkontrol sudah berkembang baik menggunakan metode air hijau (green water) dan air jernih (clear water) (Hadie dan Hadie,2001). Pembenihan yang umun digunakan yaitu sistem air jernih (clear water system). Proses pemijahan udang galah secara massal secara indoor adalah teknik yang sederhana. Teknik ini sederhana dalam operasional harian dan manajemen induk hatchery relatif mudah. Induk dipijahkan dalam bak terkontrol dan dilakukan seleksi induk yang telah membawa telur.
Beberapa wilayah di Aceh, terdapat sumber daya perairan tawar/payau yang sangat potensial untuk dikembangkan budidaya udang galah. Demikian pula sumber daya induk lokal udang galah yang mungkin belum tereksploitasi. Teknik pembenihan udang galah yang tepat diharapakan mampu menyediakan benur untuk keberlanjutan pengembangan usaha budidaya.
Udang galah sering juga dinamakan udang warang, udang satang atau conggah sedangkan dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama “giant fresh water prawn”. Menurut Holthuis (1980) dalam Hadie et al. (2001), sistematika udang galah adalah sebagai berikut : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Bangsa : Decapoda Suku : Palaemonidae Anak suku : Palaemoninae Marga : Macrobrachium Spesies : Macrobrachium rosenbergii de Man
Udang ini mempunyai dua habitat dalam siklus hidupnya. Udang tersebut tumbuh dan menjadi dewasa pada perairan tawar, namun pada fase larva hidup di air payau. Pada fase larva akan mengalami sebelas kali pergantian kulit (moulting) yang diikuti dengan perubahan struktur morfologi, hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi juwana (juvenil). Sifat-sifat larva yang umum adalah planktonis, aktif berenang dan tertarik oleh sinar tetapi menjauhi sinar matahari yang terlalu kuat. Cenderung berkelompok pada fase larva dan akan semakin menyebar dan individual serta bentik dengan bertambah umur. Di alam larva udang galah hidup pada salinitas 5-10 permil (Hadie et al, 2001).
Udang galah memiliki badan yang beruas-ruas (segmen) yang diliputi kulit yang keras. Badan udang dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni kepala dan dada (cephalothorax), badan (abdomen) dan ekor (uropoda). Pada bagian depan kepala terdapat tonjolan yang disebut rostrum mempunyai gigi 11-14 di bagian atas dan 8-10 pada bagian bawah. Kaki jalan kedua pada jantan tumbuh sangat panjang yaitu 1,5 kali panjang tubuh. Kaki renang pada induk betina agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telur (broodchamber) (New dan Marlow, 2002).
Perbedaan antara udang jantan dan betina dapat dilihat berdasarkan bentuk badan, letak kelamin dan bentuk serta ukuran dari pasangan kaki jalan kedua. Bentuk badan udang galah jantan dibagian perut lebih ramping dan ukuran peluron lebih lebar agak memanjang. Udang galah jantan memiliki alat kelamin (petasma) pada pasangan kaki jalan ke-5, sedangkan pada udang betina (thelycum) terdapat di pasangan kaki jalan ke-3 (Oemarjati dan Wardhana, 1990).
Induk betina udang galah matang kelamin pada umur 6 bulan. Secara umum tiap gram berat badan induk betina menghasilkan 1000 butir telur (1:1000), makin besar ukuran induk maka makin banyak telur yang dihasilkan. Misalnya udang galah yang mempunyai berat 50 gram menghasilkan telur ±50.000 butir.
Telur udang galah yang telah dibuahi akan dierami di kantong pengeraman yang terletak di antara kaki renang induk betina. Menurut D`Abromo et al, 1995, bahwa telur akan mengalami perubahan warna dari oranye terang, berangsur-angsur menjadi oranye, kemudian coklat dan akhirnya abu-abu dan akan menetas 2-3 hari. Penetasan pada temperature 28 o C terjadi setelah 20-21 masa pemijahan. |