Register

Agenda AACC kedepan

  1. Kunjungan Lapangan ke ALSC - 10 Maret 2011
  2. Penerbitan Majalan AACC - 20 Maret 2011
  3. Kunjungan Tim ACIAR April 2011

Halaman Website

Suka Website ini

Home Informasi Info Penyakit Penemuan Kasus VNN pada Pendederan Ikan Kerapu di Kecamatan Samalanga
Banner

Feed Display

No Feed URL specified.
Penemuan Kasus VNN pada Pendederan Ikan Kerapu di Kecamatan Samalanga PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 25 April 2010 13:33

Pembudidaya ikan kerapu di Aceh kembali mendapatkan cobaan berat. Belum lagi pulih dengan sempurna dari cobaan besar yang telah meluluh lantakkan semua sarana dan prasarana untuk budidaya ikan kerapu, kini masalah baru datang kembali yaitu kematian massal benih ikan kerapu pada tambak pendederan seperti yang terjadi di desa Sangso kecamatan Samalanga yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus menyebabkan ikan mengalami kerusakan pada organ-organ penting seperti mata dan otak, sehingga penyakit ini dikenal dengan nama Viral Nervous Necrosis.

Laboratorium Manajemen Kesehatan Ikan dan Lingkungan telah melakukan pemeriksaan dan menegakkan diagnosa untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat petambak yang ada di desa Sangso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung kelapangan dan mewawancarai pemilik serta operator tambak. Selanjutnya tim dari Lab. Manajemen kesehatan Ikan dan lingkungan BBAP Ujung batee, melakukan pemeriksaan terhadap ikan yang terinfeksi dengan virus tersebut dengan tiga tahapan pemeriksaan, pemeriksaan tahap pertama di kenal dengan gross patology, tahap ini pemeriksaan dilakukan secara makroskopik, dan mencatat semua perubahan dan atau gejala klinis yang terlihat pada ikan tersebut, kemudian pemeriksaan dilakukan pada tahapan kedua yaitu sub gross pathology, pada tahap ini pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat bantu, yaitu disecting mikroskop untuk melihat perubahan yang mungkin dapat ditemukan pada organ ikan. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemeriksaan secara mikroskopik, pada tahap ini semua pemeriksaan dilakukan dengan bantuan mikroskop, untuk menemukan ada perubahan pada organ ikan.

Setelah melakukan pemeriksaan in citu di lapangan dan mendapatkan beberapa data penting tentang kejadian penyakit, maka tim lab. Mengambil beberapa ikan yang sakit untuk di periksa lebih lanjut di lab. Kesehatan ikan dan lingkungan secara Histopathologi dan PCR. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara histopatologi di lab kes ikan ujung batee, dapat di pastikan secara meyakinkan bahwa ikan kerapu lumpur di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga 99 % positif VNN.
Last Updated on Saturday, 05 March 2011 00:54
 

Archive